JUARA 1 KOMPETISI ROBOTIK MADRASAH NASIONAL 2018

Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru atas nama Bayu Arivia Putra dan Rizki Wahyu Tamel berhasil meraih juara 1 pada ajang Madrasah Robotics Competition Tingkat Nasional kategori The Best Technology Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana, Ahad (14/11/2018) di Depok Town Square (Detos) Jawa Barat.

Menurut Kepala MAN 1 Pekanbaru, H Marzuki M Pd mengatakan, kegiatan yang gelar oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI merupakan kali keempat dengan diikuti 182 tim  peserta. Dan siswa MAN 1 berhasil meraih The Best Technology Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana.

“Alhamdulillah, selamat kepada dua siswa MAN 1 Pekanbaru yang telah mengukir prestasi gemilang di tingkat Nasional sebagai The Best Technology Rancang Bangun Mesin Otomatis Bencana, semoga ini dapat bermanfaat. Untuk itu, apa yang telah didapatkan hendaknya tidak berhenti sampai disini, tetapi dapat dikembangkan lagi dengan karya- karya lain dibidang robot maupun bidang lain,” harapnya.

Untuk tahun 2018, kompetisi menampilkan kreasi siswa madrasah dengan tema Robot Rescue: Robot Mitigasi Bencana. Robot-robot dari madrasah itu tidak diadu untuk saling membunuh, tetapi beradu pintar dalam rescue dan mitigasi bencana. 

Direktur KKSK Kemenag Ahmad Umar mengatakan, kompetisi robot ini bukan sekedar game, tetapi melatih kreatifitas dan integritas. Tujuannga, agar siswa madrasah dapat mengambil bagian aktif dalam teknologi tepat guna. Sebab, robot-robot yang dirangkai adalah jenis yang bermanfaat bagi manusia. 

“Kompetisi Robotik Madrasah diharapkan memberikan pengaruh signifikan bagi terwujudnya semangat belajar siswa madrasah, khususnya di bidang teknologi, robotika, dan otomasi,” ujarnya. Umar berharap, di masa mendatang Kompetisi Robotik Madrasah dapat diselenggarakan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Dalam kompetisi ini, peserta dibagi dalam tiga tingkatan, yakni: Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Ada dua kategori yang dilombakan, yakni Rancang Bangun Mesin Otomasi Bencana dan Kategori Rescue Robot Mobile. Jenis kedua ini memiliki tugas tertentu, misalnya untuk penyelamatan korban gempa dan memadamkan kebakaran. Kompetisi diikuti 182 tim, setiap timnya terdiri dari 2 siswa.

Bagikan :